mana perginya semangat aku untuk menulis?
seorang diri dia duduk di sudut itu
cuba membalut luka
luka parah hatinya yang dirobek oleh jantan jalang
yang pergi tanpa sebarang pesan.
celaka si jantan itu
gadis itu menanti dengan penuh sabar
tabah............ cekal..........
dan tiba pada saat ini,
luka hatinya tidak dapat dibalut
berdarah membasahi tubuh
dia terus menangis,
menangis dan menangis tanpa henti
diangankan oleh gadis itu seribu bahagia
bersama jantan itu
namun setelah diharungi pelbagai badai
sebutir permata entah kemana
dan mungkin
permata itu adalah airmatanya.......................
Subscribe to:
Comments (Atom)